Ciri-Ciri Dan Penyebab Ejakulasi Dini

Kondisi disfungsi seksual atau penyebab ejakulasi dini tentu membuat kalangan pria merasa tidak nyaman dan malu. Jadi sebenarnya apa ciri dari penyakit ini? Penyebab ejakulasi dini merupakan sebuah permasalahan seks yang sering di keluhkan beberapa pria.

Berbeda dengan disfungsi ereksi yang membuat pria kesulitan mengeras sedangkan ejakulasi dini merupakan proses orgasme yang terlalu cepat dari waktu pada umumnya. Penyebab ejakulasi dini bisa dialami oleh seluruh kalangan pria dengan rentan usia 18 hingga 55 tahun.

Kondisi ini akan mengganggu kualitas hubungan dengan pasangan dan membuat pria merasa tertekan. Namun apakah kondisi yang dialami bisa dikategorikan sebagai ejakulasi dini. Bagaimana ciri-ciri dari disfungsi seksual tersebut?.

Baca juga: BAGAIMANA CARA MENGOBATI EJAKULASI DINI PADA PRIA?

konsultasi

Bagaimana Ciri-Ciri Dan Penyebab Ejakulasi Dini

Sebelum memahami mengenai ciri-ciri dari penyebab ejakulasi dini, Anda harus memahami terlebih dahulu proses ejakulasi yang terjadi pada pria. Ketika pria terangsang secara seksual, sebuah sinyal akan diberikan dari otak ke organ reproduksi pria yang akan menyebabkan pria mengalami ejakulasi.

Proses tersebut terbagi menjadi beberapa tahapan. Tahapan pertama yakni sebuah fase ketika sperma berpindah dari testis ke prostat untuk dicampur dengan cairan sperma. Nantinya campuran ini akan dipindahkan ke bagian bawah penis melalui saluran bernama vas deferens.

Pada fase kedua atau proses pengeluaran, pada umumnya terjadi ketika sorang pria mengalami orgasme. Pada tahapan ini, otot bagian bawah penis akan berkontraksi dan membuat campuran mani dan sperma keluar dari penis pria. Ketika campuran tersebut keluar dari penis seorang pria, maka mereka akan berhenti mengalami ereksi. Walaupun demikian, pada umumnya pria bisa saja mengalami ejakulasi tanpa perlu berorgasme.

konsultasi

penyebab ejakulasi dini

Ciri ciri ejakulasi dini bisa muncul dari awal atau pada tahap akhir, maka akan terdapat dua jenis ejakulasi dini berdasarkan kemunculannya. Jenis yang pertama yakni ejakulasi primer dan sekunder. Pada masa ini, ejakulasi dini hampir dialami pria sejak pengalaman seksual pertama kalinya. Sedangkan pada ejakulasi dini sekunder, pria pernah mengalami ejakulasi yang normal, namun lama kelamaan akan memperoleh proses orgasme yang terlalu cepat.

Sekilas, ejakulasi dini terlihat sebagai masalah yang subjektif, yakni dirasakan terlalu cepat oleh kalangan pria atau pasangan. Namun terdapat beberapa ciri ejakulasi dini yang bisa anda lihat secara jelas. Pada umumnya seseorang akan terdiagnosa ciri-ciri ejakulasi ketika tidak mampu menahan ejakulasinya ketika menjalankan hubungan seksual dan hampir pada waktu yang sama.

Selain itu, ciri awal kondisi ejakulasi dini yakni tidak mempunyai seorang pria untuk menahan ejakulasi lebih dari semenit setelah proses penetrasi terjadi. Pria juga cenderung menghindari hubungan seksual karena merasa cemas dan memperoleh kesulitan.

konsultasi

Masalah ini pada umumnya tidak hanya melibatkan kegiatan seksual bersama pasangan, namun saat mastrubasi. Terkadang ada juga kalangan pria yang mengalami ejakulasi dini pada beberapa waktu, kemudian selang beberapa pekan mendapatkan ejakulasi secara normal kembali.

Maka dari itu, meskipun para kalangan pria mengalami tanda dan gejala ejakulasi, namun belum tentu mereka terdiagnosa mengalami ejakulasi dini dalam jangka panjang.

Bagaimana Cara Mengatasi Ejakulasi Dengan Tepat?

Apabila Anda atau pasangan mempunyai ciri ejakulasi dini, jangan pernah malu untuk menjalankan konsultasi bersama dokter. Disfungsi seksual jenis ini merupakan gangguan yang bisa ditangani jika Anda melakukannya sejak awal.

Kami Klinik Apollo Jakarta akan memberi penanganan terjamin kepada semua pasien yang telah percayakan kami. Mengenai reservasi, Anda bisa hubungi 081233881616. Demikian mengenai penyebab ejakulasi dini, semoga bermanfaat.

konsultasi
Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.klinikgonore.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.