Kenali Penyebab Sering Buang Air Kecil Secara Umum

Apa penyebab sering buang air kecil secara umum? Penyebab sering buang air kecil termasuk inkontinensia, penyebab sering buang air kecil di malam hari (nocturia). Usahakan lakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan dokter jika mengalami gejala yang sering menyertai buang air kecil seperti demam, sakit perut, nyeri punggung, urine berdarah atau keruh, muntah, menggigil, nafsu makan meningkat namun rasa dehidrasi yang berlebihan, kelelahan, keputihan dari vagina atau adanya cairan dari penis dan ejakulasi yang menyakitkan.

Fakta Sering Buang Air Kecil

Pada kebanyakan orang biasanya buang air kecil sebanyak 4 kali hingga 8 kali dalam 1 hari. Namun kondisi sering buang air kecil ini bisa 8 kali dalam 1 hari pada malam hari. Meskipun kandung kemih sering dapat menampung banyak urine, namun keinginan untuk buang air kecil biasanya dirasakan. Beberapa cara berbeda dalam menangani sering buang air kecil, yaitu dengan meningkatkan volume total urine yang diproduksi atau disfungsi dalam penyimpanan dan pengosongan urine.

konsultasi

Apa Penyebab Sering Buang Air Kecil Secara Umum?

Berikut ini beberapa penyebab sering buang air kecil, diantaranya:

• Infeksi Saluran Kemih (SK) Atau Infeksi Kandung Kemih
Lapisan uretra (tabung yang membawa urine dari kandung kemih keluar dari tubuh) dan kandung kemih menjadi meradang dan teriritasi serta infeksi (darah, sel darah putih, bakteri). Iritasi dinding kandung kemih ini menyebabkan keinginan untuk sering mengosongkan kandung kemih (frekuensi kencing). Jumlah urine selama setiap pengosongan seringkali lebih kecil dari jumlah biasanya.

• Diabetes Mellitus Dan Diabetes Insipidus
Gejala awal dari diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah sering berkemih, karena tubuh berusaha membersihkan diri dari glukosa yang tidak terpakai (gula darah) melalui urine. Diabetes (kencing manis) juga dapat merusak saraf yang mengontrol kandung kemih, serta penyebab sering buang air kecil dan kesulitan untuk mengendalikan kandung kemih.

• Penggunaan Diuretik
Pengobatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau penumpukan cairan bekerja di ginjal dan membersihkan kelebihan cairan dari tubuh, penyebab sering buang air kecil.

• Masalah Prostat
Prostat yang membesar (Benign Prostatic Hyperplasia atau BPH) dapat menekan uretra dan menghalangi aliran urine, menyebabkan dinding kandung kemih menjadi teriritasi. Kandung kemih berkontraksi walaupun mengandung sedikit urine, menyebabkan buang air kecil lebih sering.

• Inkontinensia Stress
Kondisi ini sebagian besar terjadi pada wanita. Buang air kecil yang tidak disengaja selama aktifitas fisik, seperti berlari, batuk, bersin dan bahkan tertawa adalah karakteristik dari inkontinensia stress.

• Sistitis Interstitial
Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit di area kandung kemih dan panggul (pelvic), sering menyebabkan sering buang air kecil.

• Stroke Atau Penyakit Neurologis Lainnya
Kerusakan saraf yang memasok kandung kemih dapat menyebabkan masalah dengan fungsi kandung kemih termasuk sering dan tiba-tiba dorongan untuk buang air kecil.

• Multiple Sclerosis
Disfungsi kandung kemih termasuk sering buang air kecil dapat terjadi pada beberapa penderitanya . Lukanya dapat menghalangi atau mengganggu transmisi sinyal saraf yang mengontrol kandung kemih dan sphincter urine.

• Sindrom Kandung Kemih Terlalu Aktif
Sering kencing sering menjadi masalah. Kontraksi kandung kemih yang tidak disengaja menyebabkan buang air kecil yang sering dan mendesak, bahkan jika kandung kemih tidak penuh.

• Mengkonsumsi Cairan Terlalu Banyak
Lebih banyak cairan dari yang dibutuhkan tubuh dapat menyebabkan tubuh lebih sering buang air kecil.

• Alkohol, Kafein, Pemanis Buatan Dan Makanan Lain
Alkohol dan kafein dapat bertindak sebagai diuretik yang dapat menyebabkan buang air kecil lebih sering. Minuman berkarbonasi, pemanis buatan dan buah jeruk diketahui dapat mengiritasi kandung kemih dan menjadi penyebab sering buang air kecil. Penyebab sering buang air kecil yang lainnya termasuk kecemasan, batu kandung kemih atau batu ginjal, striktur uretra (penyempitan uretra) paparan radiasi panggul atau pelvic (bagian dari pengobatan kanker), divertikulitis dan infeksi menular seksual (IMS).

konsultasi

Sering Buang Air Kecil Dan Gejala Lainnya

Meskipun ada banyak penyebab sering buang air kecil, gejalanya umumnya sama. Berikut ini beberapa gejala lainnya, meliputi:

• Frekuensi Kencing
Buang air kecil lebih dari 8 kali di siang hari atau lebih dari 1 kali dalam 1 malam.

• Keraguan
Evakuasi kandung kemih yang tidak lengkap selama setiap buang air kecil. Kemungkinan ada penghentian secara tiba-tiba dari aliran urine karena kejang di kandung kemih atau uretra atau kemungkinan adanya kesulitan dalam memulai aliran urine.

• Urgensi Kencing
Perasaan tidak nyaman dari tekanan di kandung kemih yang membuat merasa harus kencing.

• Inkontinensia Urine
Ketidakmampuan untuk mengontrol aliran urine yang mengarah ke kebocoran tidak disengaja secara konstan atau intermiten.

• Disuria
Rasa sakit atau sensasi terbakar selama atau setelah buang air kecil. Kemungkinan merupakan tanda infeksi saluran kemih (ISK).

• Hematuria
Darah dalam urine bisa dalam jumlah kecil seperti gumpalan. Ini biasanya akan menyebabkan urine berwarna lebih gelap.

• Nocturia
Dapat dikaitkan dengan inkontinensia urine di malam hari.

• Pollakiuria
Sering buang air kecil di siang hari dengan volume kecil.

• Dribbling
Setelah selesai buang air kecil, urine terus menetes dan menetes keluar.

• Mengejan
Harus memeras atau menahan untuk memulai aliran urine.

konsultasi

Apakah Sering Buang Air Kecil Dapat Didiagnosis?

Dokter dapat memesan salah 1 dari tes atau pengujian tergantung pada pemeriksaan fisik dan riwayat medis, seperti:

• Urinalisis Dan Kultur Urine
Tes atau pengujian ini mendeteksi dan mengukur berbagai komponen urine. Kultur urine dapat mendeteksi bakteri yang kemungkinan menjadi penyebab infeksi saluran kemih (ISK).

• Ultrasonografi
Tes atau pengujian noninvasif ini digunakan untuk memvisualisasikan ginjal dan kandung kemih untuk mendeteksi adanya kelainan struktural atau tumor.

• Sistometri
Tes atau pengujian ini untuk mengukur tekanan di dalam kandung kemih dan memeriksa masalah otot atau saraf yang dapat menjadi penyebab sering buang air kecil.

• Cystoscopy
Tes atau pengujian invasif yang memungkinkan dokter untuk melihat bagian dalam kandung kemih dan uretra menggunakan instrumen yang tipis dan terang yang disebut Cystoscope.

• Tes Atau Pengujian Neurologis
Tes atau pengujian diagnostik seperti urodinamik dan lainnya adalah prosedur yang dapat membantu mengkonfirmasi atau mengesampingkan adanya gangguan saraf.

Penyebab Sering Buang Air Kecil02

Pengobatan Untuk Kondisi Sering Buang Air Kecil

Pengobatan untuk buang air kecil yang sering tergantung pada penyebab sering buang air kecil yang mendasarinya seperti:

• Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Dokter akan meresepkan pengobatan antibiotik untuk mengobati ISK. Dianjurkan mengkonsumsi banyak cairan.

• Diabetes (Kencing Manis)
Ketika kadar gula darah menjadi sangat tinggi, sering buang air kecil sering menjadi salah 1 gejala pertama. Pengobatan untuk sering buang air kecil pada penderita diabetes (kencing manis) melibatkan kadar gula darah yang ketat.

• Penggunaan Diuretik
Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan diuretik di pagi hari. Ini dapat menyebabkan lebih sedikit urine pada malam hari (nocturia).

• Masalah Prostat
Masalah dengan prostat biasanya diobati oleh dokter. Ada 2 jenis pengobatan umum yang diresepkan untuk pembesaran prostat yang dapat mengurangi tingkat hormon yang menyebabkan prostat tumbuh. Pembedahan juga dapat dipertimbangkan untuk mengobati masalah prostat.

• Inkontinensia Stress
Pengobatan mencakup modifikasi perilaku seperti penurunan berat badan dan berhenti merokok. Pemilihan pengobatan lain termasuk latihan otot dasar panggul (pelvic), stimulasi dasar panggul (pelvic), pengobatan energi frekuensi radio, hormon estrogen topikal dan dalam kasus yang parah, pembedahan.

• Sistitis Interstitial
Kondisi ini biasanya memerlukan pengobatan oleh dokter. Ini dapat diobati secara medis dengan obat-obatan, pengobtaan antidepresan, pengobatan penghilang rasa sakit atau pengobatan bedah kemungkinan diperlukan.

• Multiple Sclerosis
Pengobatan untuk frekuensi kemih yang menyertai kondisi ini termasuk modifikasi diet, mengurangi asupan cairan hingga beberapa jam sebelum tidur, melatih kandung kemih, obat-obatan, terapi fisik dasar panggul (pelvic), stimulasi saraf tibialis perkutan, katerisasi dan intervensi bedah lainnya.

• Sindrom Kandung Kemih Yang Terlalu Aktif
Pengobatan lini pertama untuk sindrom kandung kemih yang terlalu aktif biasanya melibatkan pelatihan ulang kandung kemih.. Pengobatan yang melibatkan stimulasi saraf termasuk stimulasi saraf tibialis tibialis dan stimulasi saraf sakral.

Karena pengobatan didasarkan pada penyebab sering buang air kecil, maka dari itu harus melakukan konsultasi dan pemeriksaan terlebih dahulu dengan dokter. Pengobatan lebih lanjut dan lebih jelas ada di Klinik Apollo dengan cara menghubungi nomor kami di 081233881616
atau melalui layanan konsultasi online dibawah ini.

konsultasi
Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikgonore.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.