Sering Buang Air Kecil Apakah Berbahaya?

Sering buang air kecil adalah cara tubuh membuang cairan kotoran. Urine mengandung air, asam urat, urea dan racun serta kotoran yang disaring dari dalam tubuh. Ginjal memainkan peran penting dalam proses ini. Urine tetap berada di kandung kemih hingga mencapai titik penuh dan keinginan untuk kencing. Pada titik ini urine dikeluarkan dari tubuh.

Frekuensi urine tidak sama dengan inkontinensia urine yang berarti memiliki sedikit kontrol terhadap kandung kemih. Frekuensi kencing yang lebih sering. Dapat terjadi secara bersamaan dengan inkontinensia urine akan tetapi tidak sama. Pada kebanyakan orang kencing antara 6 kali hingga 7 kali selama 24 jam.

Sering Buang Air Kecil Apakah Normal?

Sering buang air kecil berarti memiliki keinginan untuk kencing lebih sering daripada biasanya. Ini dapat mengganggu rutinitas normal seseorang, mengganggu siklus tidur dan bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang mendasarinya. Pada kebanyakan orang dengan kencing yang sering dinamakan frekuensi kencing.

Ketika seseorang kencing lebih dari 3 liter dalam 1 hari maka disebut poliuria. Adanya penyebab sederhana yang dapat diluruskan melalui pengobatan. Frekuensi tidak sama dengan inkontinensia urine dimana adanya kebocoran urine. Terkadang sering buang air kecil bisa mengindikasikan kondisi yang lebih serius. Identifikasi awal masalah dapat mengarah pada pengobatan yang tepat waktu dan efektif serta mencegah komplikasi.

konsultasi

Apa Yang Menyebabkan Sering Buang Air Kecil?

Kencing adalah proses yang kompleks melibatkan berbagai sistem tubuh. Berbagai perubahan dapat membuat sistem kemih lebih aktif. Penyebab berbasis gaya hidup termasuk minum banyak cairan terutama jika mengandung kafein atau alkohol. Di malam hari dapat mengganggu siklus tidur dengan desakan untuk kencing.

Sering buang air kecil juga bisa berkembang sebagai kebiasaan. Namun bisa menjadi tanda masalah ginjal dan ureter, masalah kandung kemih atau kondisi medis lainnya seperti diabetes mellitus, diabetes insipidus, kehamilan atau masalah kelenjar prostat. Penyebab lain atau faktor-faktor yang terkait dapat meliputi:

• Kegelisahan.
• Diuretik.
• Makanan dan minuman yang bertindak sebagai diuretik.
• Stroke dan kondisi otak atau sistem saraf lainnya.
• Infeksi saluran kemih (ISK).
• Tumor atau masaa di area panggul (pelvic).
• Cystitis interstitial atau sejenis peradangan pada dinding kandung kemih.
• Sindrom kandung kemih overaktif yang menyebabkan kontraksi kandung kemih atau dorongan secara tiba-tiba untuk kencing.
• Kanker kandung kemih.
• Kandung kemih atau batu ginjal.
• Inkontinensia urine.
• Striktur uretra.
• Radiasi panggul (pelvic) seperti selama pengobatan kanker.
• Divertikulus usus besar area kantung outpouching yang kecil dan menonjol muncul di dinding usus besar.
• Infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia.

konsultasi

Sering Buang Air Kecil Dan Gejala Lainnya

Salah 1 gejala utama poliuria adalah sering buang air kecil. Jika ada gejala yang lain kemungkinan menunjukkan kondisi lain yang kemungkinan lebih serius. Nocturia misalnya adalah kebutuhan untuk kencing di malam hari selama siklus tidur. Ini bisa menjadi gejala diabetes (kencing manis) insipidus atau diabetes mellitus. Gejala lain yang kemungkinan harus diperhatikan lebih lanjut adalah:

• Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat kencing.
• Urine yang berdarah, keruh atau berwarna tidak biasa.
• Hilangnya kontrol kandung kemih secara bertahap atau inkontinensia urine.
• Kesulitan kencing meskipun adanya dorongan.
• Cairan yang keluar dari vagina atau penis.
• Peningkatan nafsu makan atau haus.
• Demam dan menggigil.
• Mual dan muntah.
• Sakit punggung.

Jika ada gejala lain, atau jika frekuensi kencing mempengaruhi kualitas hidup sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter. Berkemih yang sering dapat mengindikasikan infeksi ginjal misalnya tidak segera diobati maka dapat merusak ginjal secara permanen. Selain itu, bakteri yang menyebabkan infeksi berpotensi memasuki aliran darah dan menginfeksi area lain dari tubuh. Ini bisa mengancam jiwa.

konsultasi

Bagaimana Cara Mendiagnosis Kondisi Ini?

Dokter akan melakukana anamnesis dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan menanyakan mengenai frekuensi kencing serta gejala lainnya. Inilah yang harus dikonsultasikan:

• Pola seringnya kencing, saat mulai dan perubahannya.
• Pengobatan yang digunakan.
• Banyaknya cairan yang dikonsumsi.
• Setiap perubahan warna, bau atau konsistensi urine.
• Banyaknya kafein dan alkohol yang dikonsumsi.

Tes atau pengujiannya dapat meliputi:

• Analisis urine untuk mengidentifikasi adanya kelainan pada urine.
• USG untuk gambar visual ginjal.
• Sinar X dan CT scan polos abnomen dan panggul (pelvic).
• Tes atau pengujian neurologis untuk mendeteksi gangguan saraf.
• Menguji infeksi menular seksual (IMS).

Sering Buang Air Kecil01

Apakah Bisa Diobati Kondisi Ini?

Pengobatan akan tergangung pada penyebab yang mendasarinya. Jika mengarah pada diagnosis diabetes mellitus, pengobatan akan bertujuan untuk menjaga kadar gula darah tinggi terkendali. Untuk infeksi ginjal bakteri, pengobatanya adalah terapi antibiotik dan penghilang rasa sakit. Jika penyebabnya adalah kandung kemih yang terlalu aktif, pengobatan antikolinergik dapat digunakan.

Pengobatan ini untuk mencegah kontraksi otot detrusor involunter yang tidak normal (abnormal) terjadi di dinding kandung kemih. Terapi pengobatan akan diresepkan dan dipantau oleh dokter. Pelatihan dalam teknik perilaku juga dapat membantu. Untuk lebih jelas hubungi kami di Klinik Apollo dengan nomor 081233881616 atau dibawah ini.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikgonore.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.