Tanda-Tanda Keputihan Berlebihan

Keputihan berlebihan menjadi masalah yang sering dikeluhkan kaum wanita, tidak jarang mereka menganggap cairan tersebut sebuah tanda adanya penyakit. Padahal sekresi merupakan mekanisme alami pada vagina untuk selalu terjaga kebersihannya. Namun apabila keputihan datang secara terus menerus hingga menyebabkan vagina menjadi gatal dan bau, maka sebaiknya Anda mewaspadai hal tersebut.

Keputihan yang berbau dan terjadi secara terus menerus bisa menyebabkan kurangnya kepercayaan diri dan tidak nyaman di bagian vagina. Jika keputihan tidak normal, maka sebaiknya Anda konsultasikan masalah tersebut segera. Untuk mengetahui keputihan tidak normal, Anda bisa kenali tanda-tanda yang kami sebutkan dibawah ini.

Baca juga: MACAM MACAM KEPUTIHAN YANG HARUS DIWASPADAI

konsultasi

Bagaimana Tanda-Tanda Keputihan Berlebihan

1.Berbau

Tanda yang pertama keputihan abnormal yang paling terlihat yakni berbau. Sebab pada umumnya keputihan yang normal tidak akan menimbulkan bau. Ketika keputihan berbau bahkan hingga menyengat, maka bisa jadi terdapat kuman yang bersarang dan berkembang di area vagina Anda.

2.Berwarna

Berwarna merupakan tanda keputihan tidak normal selanjutnya, ketika normal, warna keputihan yakni bening dan transparan. Namun jika sudah keputihan berwarna gelap, kuning atau disertai dengan darah, ini menjadi salah satu kategori keputihan yang abnormal.

3.Menimbulkan gatal

Vagina Anda mengalami gatal ketika keputihan tersebut muncul, ini merupakan salah sati ciri vagina mengalami masalah atau adanya bakteri di dalam sana.

konsultasi

keputihan berlebihan

4.Nyeri ketika kencing

Nyeri ketika kencing menjadi tanda bahaya ketika anda sedang mengalami keputihan. Ini merupakan tanda kuman sudah sampai pada kandung kemih. Jika semua tanda keputihan tidak normal terjadi, jangan sepelekan masalah ini. Segera tindak lanjuti dengan cara mengobati keputihan berlebihan secara alami atau konsultasikan kepada dokter kelamin.

Sayangnya kalangan wanita Indonesia masih malu apabila harus pergi ke dokter kelamin. Padahal mereka akan menemukan solusi, agar keputihan yang abnormal tersebut segera teratasi. Mengobati keputihan secara berlebihan ini merupakan cara yang mudah dan murah sebagai pertolongan pertama kepada penderita.

Bagaimana Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil?

Keputihan merupakan sebuah masalah yang sering terjadi ketika Anda hamil. Keputihan ketika Anda hamil sebenarnya merupakan masalah yang wajar dan umum terjadi. Namun demikian, keputihan berlebihan ketika hamil harus selalu diwaspadai dan diatasi dengan baik, agar masalahnya tidak semakin buruk.

Sekresi berlebihan ketika hamil tentunya sangat mengganggu, jika tidak diatasi, keputihan saat hamil akan membuat area vagina menjadi lebih lembab, sehingga mudah terserang infeksi bakteri. Berikut cara mengatasi keputihan ketika hamil yang akan kami ulas kepada semua kalangan.

konsultasi

Jika Anda mengalami keputihan berlebihan mungkin Anda harus mengganti celana dalam lebih sering. Ini bertujuan agar kelembaban area vagina selalu terjaga dengan baik. Selalu jaga area tersebut agar tetap kering dan bersih. Setelah mandi, buang air kecil, berolahraga, atau buang air besar. Biasakan untuk mengelap vagina Anda dengan handuk sehingga tetap kering.

Anda harus membersihkan area vagina secara rutin, bisa menggunakan air hangat atau pembersih vagina yang memiliki kandungan povidone-iodine, apabila diperlukan. Jangan menggunakan tisu dengan pewangi, deodorant, sabun, untuk membersihkan vagina atau sekadar membasuh area tersebut.

Jika Anda mengalami masalah sekresi pada vagina yang menimbulkan ketidaknyamanan segera lakukan konsultasi dengan mudah bersama kami di Klinik Apollo yang akan memberi penanganan terbaik dengan tepat dan mudah. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut segera hubungi nomor 081233881616 . Demikian kami sampaikan mengenai keputihan berlebihan, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.klinikgonore.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.