Pria Dengan Penyakit BPH Apakah Bisa Sembuh?

Penyakit BPH atau hiperplasia prostat jinak yaitu suatu kondisi pada pria dimana kelenjar prostat membesar dan tidak bersifat kanker. BPH juga disebut hipertrofi prostat jinak atau obstruksi prostat jinak. Prostat melewati 2 periode pertumbuhan utama seiring bertambahnya usia seorang pria. Periode pertama terjadi pada awal pubertas, ketika prostat berlipat ganda.

Periode ke 2 pertumbuhan muncul sekitar usia 25 tahun dan berlanjut seumur hidup seorang pria. Hiperplasia prostat jinak sering terjadi pada fase pertumbuhan ke 2. Saat prostat membesar, kelenjar menekan dan menjepit uretra. Dinding kandung kemih menjadi lebih tebal. Akhirnya kandung kemih dapat melemah dan kehilangan kemampuan untuk mengosongkan sepenuhnya dan meninggalkan beberapa urine di kandung kemih. Penyempitan uretra dan retensi urine adalah ketidakmampuan mengosongkan kandung kemih sepenuhnya dan menyebabkan banyak masalah yang terkait dengan hiperplasia prostat jinak.

konsultasi

Apa Itu Penyakit BPH?

BPH adalah pembesaran prostat atau suatu kondisi yang dapat mempengaruhi pengeluaran air seni. BPH umum terjadi pada pria yang berusia diatas 50 tahun. Ini bukan kanker dan biasanya bukan ancaman serius bagi kesehatan. Pada kebanyakan pria merasa khawatir saat memiliki prostat yang membesar yang berarti memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Namun bukan ini kasusnya. Risiko kanker prostat tidak lebih besar untuk pria dengan pembesaran prostat daripada untuk pria tanpa pembesaran prostat.

Apa Yang Menyebabkan Penyakit Ini?

Pada pria, urine mengalir dari kandung kemih melalui uretra. BPH adalah pembesaran prostat jinak (non kanker) yang menghambat aliran urine melalui uretra. Sel-sel prostat berangsur-angsur berlipat ganda dan memunculkan pembesaran yang memberikan tekanan pada uretra yaitu saluran dimana urine dan semen keluar dari tubuh.

Ketika uretra menyempit, kandung kemih harus berkontraksi lebih kuat untuk mendorong urine ke seluruh tubuh. Seiring waktu, otot kandung kemih secara bertahap menjadi lebih kuat, lebih tebal dan terlalu sensitif serta mulai berkontraksi bahkan ketika mengandung sejumlah urine yang kecil yang menyebabkan kebutuhan untuk sering kencing. Akhirnya otot kandung kemih tidak dapat mengatasi efek dari uretra yang menyempit sehingga urine tetap berada di dalam kandung kemih dan tidak sepenuhnya dikosongkan.

konsultasi

Kenali Tanda Dan Gejala Penyakit BPH

Berikut ini beberapa tanda dan gejala penyakit BPH pada umumnya meliputi:

• Aliran urine yang lemah atau lambat.
• Perasaan mengosongkan kandung kemih yang tidak lengkap.
• Kesulitan memulai kencing.
• Sering kencing.
• Urgensi untuk kencing.
• Sering bangun di malam hari untuk kencing.
• Aliran urine yang mulai berhenti.
• Berusaha untuk kencing.
• Dribbling urine terus menerus.
• Kencing dalam beberapa menit.

Ketika kandung kemih tidak bisa dikosongkan. Maka berisiko terkena infeksi saluran kemih (ISK). Masalah serius lainnya juga dapat berkembang dari waktu ke waktu termasuk batu kandung kemih, darah dalam urine, inkontinensia dan retensi urine akut (ketidakmampuan untuk kencing). Ketidakmampuan secara tiba-tiba dan lengkap untuk kencing adalah keadaan medis yang harus segera ditangani. Dalam kasus yang jarang terjadi, kerusakan kandung kemih atau ginjal dapat berkembang dari penyakit BPH.

konsultasi

Pentingkan Didiagnosis Penyakit Ini?

Beberapa atau semua tes atau pengujian digunakan untuk mengkonfirmasi atau mengesampingkan keberadaan penyakit BPH atau pembesaran prostat, seperti:

• Digital Rectal Examination (DRE)
Biasanya tes atau pengujian pertama dilakukan dengan memasukkan jari yang dilumasi ke dalam rektum untuk merasakan prostat. Pemeriksaan ini memungkinkan untuk mendapatkan gambaran umum menegnai ukuran dan kondisi prostat.

• International Prostate Symptom Score (IPSS) Atau AUA Symptom Index
Kuesioner yang menanyakan mengenai gejala kemih spesifik yang berhubungan dengan penyakit BPH atau pembesran prostat dan seberapa sering terjadi.

• Urinalisis
Tes atau pengujian di laboratorium urine dilakukan untuk mengesampingkan adanya infeksi atau kondisi yang dapat menghasilkan gejala yang sama.

• Prostate Specific Antigen (PSA) Tes Atau Pengujian Darah
Digunakan untuk membantu menyingkirkan kanker prostat sebagai penyebab gejala. PSA adalah protein yang diproduksi oleh sel-sel dalam prostat dan tingkatnya dalam darah pada pria yang memiliki kanker prostat atau BPH.

Penyakit Bph02

Cara Umum Mengobati Penyakit BPH

Pengobatan untuk pembesaran prostat akan tergantung pada keparahan gejala. Jika memiliki gejala yang ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan akan tetapi dengan menjalani pemeriksaan prostat secara teratur. Kemungkinan juga akan disarankan untuk melakukan perubahan gaya hidup seperti:

• Mengurangi alkohol yang berlebihan dan minuman yang bersoda.
• Membatasi asupa pemanis buatan.
• Berolahraga secara teratur.
• Mengurangi minum di malam hari.

Pengobatan untuk mengurangi ukuran prostat dan untuk mengendurkan kandung kemih kemungkinan disarankan untuk mengobati gejala prostat yang membesar. Pembedahan biasanya disarankan untuk gejala yang sedang hingga berat dan gagal merespons pengobatan. Anda jangan khawatir mengenai pengobatan.

Karena sudah banyak yang melakukan pengobatan di Klinik Apollo dan hasilnya sembuh. Tidak hanya itu, pengobatan yang dilakukan sangat aman dan terpercaya. Pelayanannya juga sangat baik dan biaya yang harus dikeluarkan sangat terjangkau. Hubungi kami di nomor 081233881616 atau dibawah ini.

konsultasi
Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikgonore.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.