Macam-Macam Jenis Penyakit Ginekologi

Perempuan mempunyai sistem reproduksi yang kompleks dan unik, lalu apa saja jenis penyakit ginekologi?. Namun sayangnya, hal tersebut disertai dengan resiko penyakit yang cukup mengintai. Salah satu efeknya mudah memberi dampak kepada kualitas kesuburan.

Sistem reproduksi pada kalangan wanita hampir seluruhnya ada di area panggul. Secara keseluruhan, organ dari sistem reproduksi seorang wanita yakni rahim, vagina, saluran telur, dan indung telur. Sementara itu, pada bagian luar organ reproduksi perempuan biasanya disebut dengan vulva. Bagian tersebut berada di antara pangkal paha yang meliputi mulut vagina dan bagian tubuh lainnya.

konsultasi

Apa Saja Macam-Macam Jenis Penyakit Ginekologi?

1.Endometriosis

Salah satu penyakit pada sistem reproduksi yang sering ditemukan pada kaum wanita yakni endometriosis, kondisi tersebut berhubungan dengan gangguan uterus yakni sebuah tempat pertumbuhan janin. Masalah yang hadir pada uterus ini yakni tumbuhnya jaringan yang seharusnya berada di dalam rahim, namun justru timbul di bagian luarnya. Ovarium, usus, kandung kemih, bagian belakang rahim merupakan lokasi yang biasanya menjadi tempat pertumbuhan jaringan tersebut.

2.Fibroid rahim

Penyakit pada sistem reproduksi lain yang berisiko menyerang wanita yakni fibroid rahim. Kelainan tersebut berupa tumbuhnya tumor non kanker yang menyerang kaum wanita di usia subur. Fibroid biasanya terdiri dari sel otot serta jaringan lain yang tumbuh di sekitar dinding rahim dan di dalamnya. Meski penyebab fibroid rahim masih belum diketahuinya, namun satu faktor risiko sudah berhasil ditemukan. Faktor tersebut yakni penderita mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

konsultasi

 ginekologi

3.Kanker ginekologi

Kanker ginekologi merupakan sebuah gangguan untuk kanker yang awal pertumbuhannya dari organ reproduksi wanita. Beberapa jenis kanker yang masuk dalam kelompok kanker ginekologi diantaranya kanker rahim, kanker vagina, vulva, dan ovarium.

4.Rahim turun

Penyakit pada sistem reproduksi wanita yang menimpa rahim yakni turunnya organ dari posisi semestinya, hingga kebagian vagina atau jalan lahir. Rahim yang turun masuk kategori menjadi komplit dan inkomplit. Prolaps uteri inkomplit terjadi ketika sebagian rahim masuk kedalam vagina. Sedangkan kondisi parah dari penyakit tersebut dapat mengakibatkan bagian mulut rahim menonjol hingga keluar vagina atau biasa disebut dengan prolaps uteri komplit.

5.Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul diakibatkan oleh infeksi yang akan merambat kesaluran reproduksi wanita. Pada umumnya bakteri penyebab infeksi masuk dan menimbulkan peradangan dalam vagina terlebih dahulu. Salah satu penyebabnya yakni karena hadirnya penyakit radang panggul atau infeksi gonore. Penyakit radang panggul bisa menyebabkan komplikasi berupa penyakit lainnya seperti infertilitas.

konsultasi

6.Sindrom ovarium polikistik

Sindrom ovarium polikistik masuk dalam kategori sebagai penyakit sistem reproduksi perempuan. Hal tersebut terjadi ketika ovarium atau kelenjar menghasilkan hormone pada laki-laki lebih dari biasanya. Apabila hal tersebut terjadi, maka perempuan menjadi rentan terserang penyakit jantung atau diabetes.

7.Penyakit menular seksual

Penyakit yang ada pada sistem reproduksi mungkin muncul yakni infeksi menular seksual. Seorang wanita yang berhubungan seksual dengan seseorang yang menderita penyakit kelamin, akan tertular penyakit seksual jenis lainnya.

Saat seorang wanita menderita salah satu penyakit di bagian sistem reproduksi mereka, maka hal yang harus Anda lakukan yakni berkonsultasi bersama dokter. Semakin cepat masalah Anda ditangani, maka semakin besar kemungkinan untuk sembuh lebih cepat.

Sekarang saatnya Anda melakukan konsultasi bersama kami Klinik Apollo dan mendapatkan penanganan secara akurat. Lakukan reservasi bersama di 081233881616. Demikian ulasan mengenai ginekologi, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.klinikgonore.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.