Gejala Dari Penyakit Raja Singa

Sifilis merupakan penyakit raja singa yang disebabkan oleh jenis bakteri treponema pallidum. Penularan ini berjalan melalui kontak seksual secara langsung dan kongenital atau melalui seorang ibu pada anak yang dikandungnya dan uterus.

Tanda dan gejala dari sipilis cukup banyak dan berbeda-beda, sebelum melakukan tes, diagnosa sulit ditemukan, sebab penyakit ini sering disebut dengan peniru besar, karena tanda-tanda mirip dengan infeksi jenis lainnya.

Baca juga: PENYAKIT SIPILIS PADA PRIA DAN PENANGANANNYA

konsultasi

Tanda Dan Gejala Dari Penyakit Raja Singa

Penyakit raja singa merupakan infeksi kelamin yang bersifat kronis dan menahun, walaupun frekuensi infeksi mulai menurun. Sipilis masuk dalam kategori penyakit berbahaya karena bisa menyerang seluruh organ tubuh, termasuk sistem pendarahan, saraf dan ditemukan dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayi yang dikandungnya. Sehingga menyebabkan kelainan bawaan pada bayi nantinya. Sifilis biasa disebut raja singa.

konsultasi

 

penyakit raja singa

Penyebab Penyakit Raja Singa

Sifilis merupakan sebuah infeksi kronik menular yang disebabkan oleh bakteri jenis troponema pallidum, yang menyerang dan masuk dalam tubuh penderita kemudian merusaknya. Jadi sifilis hanya menular antar manusia melalui hubungan seksual dan ibu kepada bayinya. Penyakit raja singa ini dapat menular melalui penis, mulut, anus, vagina, mulut dan ibu hamil kepada bayi dalam kandungan.

Gejala Pada Penyakit Sifilis

1.Tahap 1

Pada infeksi awal akan timbul luka kecil, bulat, dan tidak menimbulkan nyeri. Tepatnya pada kulit yang sedang terserang atau bersentuhan dengan kontak langsung penderita. Luka sebagai tempat masuknya penyakit, hampir setiap saat muncul di area genital, mulut atau anus.

Pada kasus yang tidak segera ditangani hingga fase pertama berakhir, setelah beberapa minggu, luka akan menghilang, namun bakteri tetap berada pada tubuh penderitanya.

Tahap 2

Pada 1 atau 2 bulan kemudian, akan hadir gejala lain seperti sakit di bagian dalam mulut, tenggorokan, nyeri otot, lesu, demam, rambut menjadi rontok, dan terdapat bintil, lalu beberapa bulan kemudian akan menghilang. Sejumlah kalangan bahkan tak akan mengalami gejala lanjutan.

konsultasi
2.Tahap 3

Dikenal sebagai tahap akhir dari penyakit raja singa, pada fase ini luka akan menimbulkan kerusakan yang cukup fatal pada tubuh penderita. Dalam masa ini akan muncul beberapa gejala seperti tuli, buta, luka membusuk pada kulit, kerusakan hati, lumpuh, dan penyakit jantung.

Cara penularannya tidak lain karena terdapat kontak langsung dengan kulit orang yang terinfeksi disertai dengan berbagai infeksi. Sehingga bakteri mudah masuk dalam tubuh, ketika menjalankan hubungan seksual, nantinya bakteri akan masuk kebagian vagina melalui selaput lendir, anus atau mulut melalui lubang kecil. Jadi sifilis sangat mudah menyerang orang lain di tahapan satu dan kedua, selain itu bakteri dapat disebar melalui plasenta.

Kasus Sifilis Pada Kandungan Dan Persalinan

Jika infeksi terjadi saat kehamilan karena tidak adanya pemeriksaan yang akurat, maka menimbulkan pengaruh buruk kepada janin. Salah satunya bisa menyebabkan kematian pada janin, partus immaturus, dan akan ditemukan beberapa gejala sifilis keturunan atau kongenital.

Penanganan sifilis pada masa kehamilan yakni menggunakan penisilin, dengan sekali suntikan sudah cukup, meski terdapat beberapa penderita yang harus jalankan hingga 3 kali injeksi penisilin.

Dokter akan meminta penderita yang sudah menjalankan pengobatan untuk melakukan tes darah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bakteri telah hilang dari tubuh penderita. Jangan lupa untuk selalu menerapkan hubungan seksual yang aman dan sehat.

Untuk memperoleh penanganan terjamin Anda bisa konsultasikan bersama kami di Klinik Apollo Jakarta. Mengenai reservasi Anda bisa hubungi nomor 081233881616. Demikian kami sampaikan mengenai penyakit raja singa, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.klinikgonore.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.