Tahapan Dan Efek Sipilis Bagi Penderita

Salah satu risiko yang akan kalian terima apabila sering berganti-ganti pasangan yakni terjangkit penyakit kelamin, lalu bagaimana efek sipilis?. Kondisi tersebut tidak hanya memalukan, namun menyebabkan kepercayaan diri Anda menurun. Jika Anda sudah merasakan tanda dan gejala penyakit kelamin menyerang, cara paling ampuh yakni segera memeriksakan ke dokter. Nah berikut ini akan kami bahas mengenai penyakit kelamin menular seksual, salah satunya sifilis.

konsultasi

Bagaimana Fase Dan Efek Sipilis Bagi Penderita

Efek sifilis merupakan penyakit yang biasa disebut sebagai infeksi menular seksual dan penyebaran paling umum yakni akibat hubungan seksual dengan kalangan yang sedang terjangkit penyakit tersebut. Namun penyakit ini ternyata bisa menyerang seseorang melalui cairan tubuhnya seperti darah.

Oleh karena itu, penyakit ini akan menyebar melalui penggunaan jarum suntik yang kurang bersih seperti narkoba, piercing atau tato. Bahayanya lagi, kondisi tersebut bisa ditularkan oleh ibu kepada bayi yang ada dalam kandungan.

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya, cara paling ampuh yakni segera periksakan diri ketika gejala dan tanda penyakit muncul. Gejala penyakit sipilis bisa terlihat setelah beberapa munggu ada bakteri treponema pallidum masuk dalam tubuh. Nah gejala yang akan muncul pada penyakit sifilis, diantaranya:

1.Fase primer

Dalam tahapan ini, tanda dan gejala yang akan ditimbulkan yakni luka pada alat kelamin dan sekitar mulut. Penampilan dari luka tersebut berbentuk seperti gigitan serangga tanpa menimbulkan rasa sakit dan akan bertahan selama kurang lebih 2 bulan. Pada tahapan ini, penularan menjadi sangat mudah terjadi, akibat hubungan seksual.

Pada akhirnya lesi atau luka akan sembuh tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Meski luka sudah sembuh, bukan berarti efek sipilis akan menghilang. Pengidap juga bisa menularkan virus tersebut ke kalangan lain dalam kondisi tersebut. Luka pun dapat timbul di bagian tubuh lainnya atau kelamin.

2.Fase Sekunder

Tahapan ini muncul kurang lebih 6 bulan setelah infeksi pertama muncul. Akan ditemukan tanda dan gejala yang berbeda di stadium ini. Ruam kemerahan bisa muncul disertai rasa gatal di bagian tertentu, seperti bibir vagina, skrotum, telapak kaki, dan tangan.

konsultasi

efek sipilis

3.Fase Laten

Apabila pengobatan masih belum berjalan tuntas atau tidak ada penanganan sama sekali, maka penderita akan masuk ke tahap laten. Ini merupakan fase setelah seseorang terinfeksi dan ruam pada sekunder telah hilang. Penderita tidak akan merasakan gejala jenis apapun dalam beberapa waktu pada masa ini. Bisa saja gejala akan bertahan selama satu atau 20 tahun lamanya.

Diagnosa yang akurat pada masa ini hanya bisa dilakukan melalui tes darah, pengalaman seseorang atau kelahiran anak dengan sifilis kongenital. Penularan akan terjadi di tahap awal periode ini atau selama masa laten terjadi, jika tak memperoleh gejala lainnya.

konsultasi

4.Fase Tersier

Apabila tidak memperoleh penanganan sesegera mungkin, tahapan akhir mungkin akan muncul dalam jangka waktu singkat. Selain itu fase ini juga akan muncul seumur hidup. Tahapan ini merupakan fase efek sipilis yang paling menular dan berbahaya.

Penderita akan memperoleh gangguan serius di bagian pembuluh darah dan jantung. Ia pun berisiko terserang gangguan mental, kebutaan, masalah sistem saraf, bahkan hingga kematian. Komplikasi mungkin terjadi karena adanya luka besar di dalam tubuh atau kulit.

Nah itu dia tanda dan gejala yang menunjukan Anda terserang penyakit sifilis. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak informasi mengenai sifilis, bisa lakukan konsultasi dengan mudah bersama kami melalui live chat secara online. Kami Klinik Apollo akan memberi penanganan dan solusi terbaik kepada semua pasien. Lakukan reservasi dengan mudah melalui nomor 081233881616. Demikian mengenai artikel efek sipilis, semoga bermanfaat.

konsultasi

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.klinikgonore.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.