Ketika mempunyai anak laki – laki, banyak orang tua mempertimbangkan niat mereka untuk melakukan sunat pada anak. Khitan, sunat, atau sirkumsisi pada dasarnya adalah pemotongan sebagian dari preputium (kulit yang menutupi penis) sehingga keseluruhan glans penis menjadi terlihat. Tindakan ini biasa dilakukan pada usia anak-anak menjelang akil baligh pada umat Islam. Namun, kini, tak jarang juga orang tua yang mengajak anak laki-lakinya untuk dikhitan sejak usia balita, meskipun tanpa adanya indikasi medis.

Lantas kapankah waktu yang paling ideal bagi anak laki-laki untuk disunat?

 

 

Terdapat beragam cara tindakan operasi bedah sirkumsisi yang biasa dilakukan, mulai dari cara konvensional sampai menggunakan alat potong atau dikenal dengan smart clamp. Dari berbagi ragam teknik sunat, tidak sedikit dokter yang menyarankan memilih operasi sirkumsisi atau domsumsisi yang biasa atau konvensional.Mengapa demikian?Dikarenakan teknik ini sangat minim resiko yang dapat diakibatkan dan juga lebih aman bagi pasien sendiri. Resiko pun dapat ditekan atau diminimalisir karena ditangani oleh dokter atau tenaga kesehatan langsung. Dokter dapat memperkirakan dengan tepat kulit kulup yang harus dibuang, beserta tekniknya agar tidak merusak jaringan yang ada di sekitar kepala penis. Cara – cara dalam melakukan sunat antara lain :

 

Konsultasi

1. Cara konvensional

Cara pertama (konvensional) adalah dengan memotong kulit atau kulup yang menutupi glans penis dengan alat potong sedikit demi sedikit, mulai dari bagian atas, melingkar ke kanan kemudian ke bawah. Lalu dilanjutkan dengan ke kiri dan mengarah ke bawah, kemudian menjahitnya. Resikok yang ditimbulkan besar kemungkinan apabila terdapat luka terbuka.

2. Laser (Electrical Cauter)

Tingginya tingkatan resiko pendarahan dan luka terbuka, maka peneliti luar negeri mengembangkan suatu metode guna memudahkan dan mempercepat proses sunat atau khitan dan lebih aman. Menggunakan pemanas elektrik yang akan ditembakan ke ujung penis untuk memotong kulup, sangat mirip dengan prinsip kerja solder. Hal ini dikarenakan terdapat lempeng besi tipis yang harus dipanaskan dengan listrik terlebih dahulu, setelah itu ujung laser akan memerah, alat tersebut digunakan untuk memotong kulit penutup kepala penis atau kulup, metode ini telah ada sejak tahun 1980-an.

 

3. Klem atau Smart clamp

Sementara smart clamp adalah metode menghentikan aliran darah ke preputium sehingga preputium akan mengalami kematian dan terlepas sendiri. Kekurangan dari cara kedua adalah pengerjaannya membutuhkan waktu yang lebih lama bila dibandingkan dengan cara yang pertama.

Sebelum melakukan tindakan sirkumsisi, anak akan diberikan anestesi lokal, sedangkan pada tindakan sirkumsisi yang dilakukan saat bayi dan balita, biasanya diberikan anestesi umum, supaya memudahkan dokter untuk melakukan tindakan.

 

 

Usia terbaik untuk sirkumsisi

Dari sisi medis, tidak ada usia tertentu yang dipandang optimal untuk melakukan prosedur sirkumsisi. Apabila tidak ada masalah atau indikasi medis tertentu, sirkumsisi bisa dilakukan kapan saja. Sekarang, semakin banyak orang tua yang tak segan membawa anaknya untuk dikhitan sedari dini.

Latar belakangnya, selain karena adanya indikasi medis, juga untuk meminimalkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih. Manfaat yang didapat dengan sirkumsisi yang dilakukan ketika bayi tak jauh berbeda dengan tindakan sirkumsisi yang dilakukan ketika anak usia sekolah.

Bedanya, penggunaan bius bisa lebih sedikit. Lalu, ketikausia bayi, bayi belum terlalu banyak bergerak, sehingga proses penyembuhan pun bisa lebih cepat. Risiko khitan saat bayi, usia balita, hingga usia sekolah juga relatif sama.

Bagi Anda yang ingin melakukan sunat pada anak, bisa lakukan konsultasi dengan mudah melalui banner online di Klinik Apollo. Semua penanganan akan berjalan dengan baik dan terjangkau. Jadi lakukan reservasi dengan mudah sekarang melalui nomor 081233881616 ini.

 

Konsultasi Apollo

Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website www.klinikgonore.com merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.